Februari 20, 2019
  • 9:01 pm HARI KANKER ANAK INTERNASIONAL
  • 8:54 pm RAKERKESNAS 2019
  • 8:49 pm Selamat Hari Jadi Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) ke 73 tahun
  • 9:08 pm Selamat Ulang Tahun penemu fluoroskopi sinar-X, 11 Januari lalu, Thomas Alva Edison
  • 9:04 pm Hari lahir Bapak Tabel Periodik Dunia Dmitri Mendeleev
HEADER 2 WEB MERAH PUTIH

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) telah menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia pada 2 Oktober 2009 lalu.

Oleh Pemerintah RI, tanggal 2 Oktober kemudian dijadikan sebagai Hari Batik Nasional yang pada setiap perayaannya, seluruh masyarakat Indonesia serentak mengenakan batik baik di tempat kerja maupun suasana kasual.

Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia dan juga sebagai wujud upaya pelestarian budaya adiluhung milik bangsa.

Dunia internasional mengakui bahwa teknik, simbol dan tradisi terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia.

UNESCO menilai masyarakat Indonesia memaknai batik dari prosesi kelahiran sampai kematian. Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia, yang terlihat dari sejumlah motifnya yang kaya warna, garis, bentuk dan corak.

Batik telah memenuhi kriteria sebagai World Heritage atau Warisan Dunia dari Indonesia, antara lain karena Batik kaya dengan simbol dan makna filosofi kehidupan asli masyarakat Indonesia.

Saat ini, penggunaan batik tidak lagi identik dengan acara-acara tradisional atau kegiataan kebudayaan. Motif batik juga sudah digunakan sebagai salah satu gaya fashion, baik untuk acara formal atau informal.

Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) sebagai organisasi skala nasional turut serta dalam upaya mengenal, melestarikan serta mengembangkan kekayaan milik bangsa ini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak seluruh radiografer anggota PARI se-Indonesia menggali potensi minat dan bakat dalam bidang seni membatik melalui Lomba Desain Batik Nasional PARI yang digelar oleh Pengurus Pusat PARI.

Tujuan lomba batik PARI ini antara lain menggali ide kreatif dari radiografer maupun calon radiografer Indonesia dalam merancang motif batik, meningkatkan kecintaan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya batik, ajang promosi nasional bahkan internasional khususnya pada batik yang memiliki nuansa kearifan lokal, menjadi wahana PARI untuk memenuhi melengkapi atribut organisasi berupa seragam yang merupakan identitas organisasi lengkap dengan ciri-ciri khasnya.

Mari ikuti lomba desain batik nasional PARI ini. Batik Etnik Nusantara, Menuju PARI Mendunia.

hsiitpari@gmail.com

Perhimpunan Radiografer Indonesia

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT